NANDA, SILVY VARIA (2024) TINGKAT KEPARAHAN INTERAKSI OBAT PADA PASIEN GANGGUAN LAMBUNG (DISPEPSIA, GASTRITIS, DAN GASTROESOPHAGEAL REFLUX DISEASE) DI KLINIK SATELIT KALIMANTAN GRESIK. KTI thesis, Universitas Muhammadiyah Lamongan.
|
Text
Halaman Pernyataan Orisinalitas - Silvy Nanda.pdf Download (314kB) |
|
|
Text
Lembar persetujuan - Silvy Nanda.pdf Download (247kB) |
|
|
Text
Lembar pengesahan - Silvy Nanda.pdf Download (265kB) |
|
|
Text
Halaman Judul - Silvy Nanda.pdf Download (343kB) |
|
|
Text
BAB 1 - Silvy Nanda.pdf Download (153kB) |
|
|
Text
BAB 2 - Silvy Nanda.pdf Download (628kB) |
|
|
Text
BAB 3 - Silvy Nanda.pdf Restricted to Repository staff only Download (244kB) |
|
|
Text
BAB 4 - Silvy Nanda.pdf Restricted to Repository staff only Download (306kB) |
|
|
Text
BAB 5 - Silvy Nanda.pdf Download (129kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA - Silvy Nanda.pdf Download (168kB) |
|
|
Text
LAMPIRAN - Silvy Nanda.pdf Download (1MB) |
Abstraksi
Gangguan lambung yang umum terjadi di masyarakat meliputi dispepsia, gastritis, dan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Terapi untuk pasien dengan gangguan lambung sering kali melibatkan kombinasi obat-obatan. Penggunaan beberapa obat secara bersamaan dapat meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat. Interaksi obat merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi respons tubuh terhadap pengobatan dan dianggap penting secara klinis jika berakibat meningkatkan toksisitas atau mengurangi efektivitas obat yang berinteraksi, sehingga terjadi perubahan pada efek terapi. Oleh karena itu, perlu dilakukan identifikasi untuk mengetahui potensi interaksi obat pada pasien dengan gangguan lambung di Klinik Satelit Kalimantan, Kota Gresik. Penelitian ini menggunakan deskriptif retrospektif untuk mencari hubungan antara obat yang diberikan dengan potensi interaksi obat. Instrumen untuk mengidentifikasi interaksi menggunakan drugs dan medscape. Pada pasien gangguan lambung ditemukan 309 pasien yang berpotensi mengalami interaksi obat. Pada pasien gangguan lambung ditemukan 309 pasien yang berpotensi mengalami interaksi obat. Hasil analisis menggunakan medscape.com menunjukkan tingkat keparahan interaksi paling sering adalah tingkat keparahan minor sebanyak 53 kasus (92,98%), tingkat keparahan monitor closely sebanyak 3 kasus (5,26%), dan tingkat keparahan serious sebanyak 1 kasus (1,75%). Sementara itu, hasil analisis menggunakan drugs.com menunjukkan tingkat keparahan interaksi paling sering adalah tingkat keparahan minor sebanyak 187 kasus (70,57%), tingkat keparahan moderate sebanyak 73 kasus (27,55%), dan tingkat keparahan mayor sebanyak 5 kasus (1,89%). Secara keseluruhan, dari kedua sumber data ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar interaksi obat pada pasien dengan gangguan lambung dikategorikan sebagai interaksi dengan tingkat keparahan minor. Meski ada beberapa kasus dengan tingkat keparahan sedang hingga serius, namun jumlahnya relatif kecil. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada risiko interaksi obat, mayoritasnya tidak menimbulkan dampak yang sangat serius pada pasien.
| Item Type: | Thesis (KTI) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Dispepsia, Gastritis, GERD, Interaksi Obat |
| Subjects: | Fakultas Ilmu Kesehatan Fakultas Ilmu Kesehatan > D3 Farmasi |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan |
| Depositing User: | Silvy Varia Nanda |
| Date Deposited: | 29 Oct 2024 07:03 |
| Last Modified: | 29 Oct 2024 07:03 |
| URI: | http://repository.umla.ac.id/id/eprint/4697 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
